SMK Negeri 1 Banjar - KREATIF, INOVATIF, SIAP KERJA, DAN KOMPETITIF <data:blog.pageName/> | <data:blog.title/>

Kegiatan Sholat IstisqoDate: 2019-11-22 22:10:30

Assalamualaikum Wr.Wb ~ smkn1banjar.sch.id

Kegiatan yang di laksanakan pada senin, 8 november 2019 pukul 12.15 wib yang di hadiri oleh seluruh akademika SMK Negeri 1 Banjar.

Istisqa artinya meminta hujan. Shalat istisqa adalah shalat yang dilakukan ketika hujan tak kunjung turun atau keringnya sumber air. Shalat ini disunnahkan ketika hujan belum juga turun. Jika sudah turun hujan atau keluarnya mata air, maka tidak ada lagi shalat istisqa.
Istisqa (Minta Hujan) Secara Umum
Yang paling rendah adalah dengan berdoa di waktu kapan pun yang disukai.
Yang pertengahan adalah doa pada ruku’ terakhir pada shalat lima waktu atau di setiap akhir shalat.
Yang paling sempurna dengan shalat istisqa (shalat minta hujan). (Al-Fiqh Al-Manhaji, 1: 244)

Langkah Awal Sebelum Shalat Istisqa
Bertaubat nashuha (bertaubah dengan sungguh-sungguh).
Mengeluarkan sedekah untuk orang miskin dan melepaskan diri dari kezaliman, juga memperbaiki hubungan yang sedang retak.
Berpuasa selama empat hari berturut-turut.
Tiga hal di atas dilakukan karena lebih memudahkan terkabulnya doa berdasarkan hadits-hadits yang shahih. (Al-Fiqh Al-Manhaji, 1: 244-245)

Makanya ada anjuran puasa sebelum shalat istisqa seperti disebutkan di atas. Atau ada yang memerintahkan untuk dipaskan pada hari Senin atau Kamis, biar doanya pas ketika sedang berpuasa sunnah sehingga mudah dikabulkan.

Panduan ringkas shalat istisqo’ sebagai berikut.

Pertama : Hendaklah jama’ah bersama imam keluar menuju tanah lapang dalam keadaan hina, betul-betul mengharap pertolongan Allah dan meninggalkan berpenampilan istimewa (meninggalkan berhias diri).
Imam berkhutbah di mimbar yang disediakan untuknya sebelum atau sesudah shalat istisqo’. Ketika itu tidak ada adzan dan iqomah.

Hendaknya imam memperbanyak do’a sambil berdiri menghadap kiblat, bersungguh-sungguh mengangkat tangan ketika berdo’a (sampai nampak ketiak), dan hendaknya imam mengarahkan punggung telapak tangannya ke langit. Para jama’ah ketika itu juga dianjurkan untuk mengangkat tangan. Kemudian imam ketika itu merubah posisi rida’nya (yang kanan di jadikan ke kiri dan sebaliknya)

Keempat : Membaca do’a istisqo’.

Di antara do’a istisqo’ yang dibaca adalah:

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْىِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

“Ya Allah, turunkanlah hujan pada hamba-Mu, pada hewan ternak-Mu, berikanlah rahmat-Mu, dan hidupkanlah negeri-Mu yang mati.”

Mengerjakan shalat istisqo’ sebanyak dua raka’at sebagaimana shalat ‘ied. Sehingga pengerjaan shalat istisqo’, pada rakaat pertama ada takbir tambahan (zawaid) sebanyak tujuh kali dan pada rakaat kedua ada takbir rambahan (zawaid) sebanyak lima kali. Bacaan ketika shalat tersebut dijaharkan (dikeraskan).

Copyright (c) 2016 - SMK Negeri 1 Banjar

Pengembang Version v1.02-3/5/19 - IP : 3.227.3.146